12

SEP  2013

Rumah Sisa

By Andy Rahman. A, ST. IAI
Posted On. 2013-09-12

1. Detail Fasade

Rumah Sisa adalah sebuah proyek proposal yang kami buat untuk acara ‘Workshop Omahku Kini 2013’ yang digagas oleh arsitek muda dari Jakarta, Denny Setiawan. Bersama dengan 12 arsitek muda Indonesia lainnya workshop ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana pemikiran arsitek-arsitek muda indonesia dalam memaknai desain sebuah rumah. Di Indonesia sendiri, (tanpa menampik generasi perantaranya) selepas generasi AMI (Arsitek Muda Indonesia), telah lahir biro-biro arsitektur yang karyanya amat mampu memberikan warna baru dunia arsitektur di Indonesia. Berawal dari itulah Denny menggagas sebuah workshop yang diharapkan mampu memberikan pengayaan wacana arsitektur di Indonesia. Tanpa ada maksud men-generalis-asi arsitek.

 

21. Site.JPG

Hal lain yang mendasari diadakannya workshop ini adalah bahwa, Kebutuhan memiliki rumah adalah kebutuhan dasar setiap keluarga. Dalam kebutuhan ini arsitek sesungguhnya mengambil peranan penting dalam mempengaruhi bagaimana interaksi penghuni rumah dengan rumahnya. Sehingga rancangannya bisa menjadi solusi/alternatif yang cerdas dalam menyikapi berbagai issue yang berkembang dimasyarakat. Dalam workshop ini arsitek diminta untuk mendesain sebuah tapak dalam sebuah kluster yang di dalamnya terdapat karya-karya tim arsitek lain. Arsitek sepenuhnya dibebaskan untuk mengangkat issue yang akan dibahas. Kekayaan warna arsitek tersebut. diharapkan membuat workshop ini menjadi menarik dan berwarna.

 

4. Bird Eye View

Rumah Sisa adalah sebuah ide yang sengaja kami buat untuk menjawab tantangan tentang definisi sebuah rumah yang bila diwujudkan akan mampu menjawab beberapa persoalan yang sedang berkembang di daerah perkotaan. Sejalan dengan tema yang diangkat oleh workshop ini. Desain rumah ini adalah sebuah studi sederhana untuk mendefinisikan pengertian rumah yang kontekstual serta dekat dengan lingkungan. Desain “Rumah Sisa” memakai dua pendekatan, yang pertama adalah konteks dan yang kedua adalah material sisa. Konteks berbicara pada ranah tropis (arsitektur tropis), dengan pendekatan penyelesaian masalah iklim, terutama pada hujan, udara panas dan cahaya matahari yang melimpah.  Masalah hujan diselesaikan dengan bentukan atap merepresentasikan sebuah arsitektur naungan, bukan lindungan. Udara yang cukup panas pada siang hari direduksi dengan penerapan metode ventilasi silang (bentuk bangunan yang tipis serta memiliki banyak bukaan lebar disisi kiri dan kanan bangunan). Sedangkan cahaya melimpah direduksi dengan pemakaian ‘secondary skin’ yang berpori. Disisi yang lain, explorasi material sisa atau barang bekas menjadi ‘issue’ yang tidak kalah penting. Rumah ini bermaksud mengajarkan ke masyarakat akan pentingnya pemakaian material sisa yang banyak ditemui disekitar lingkungan rumah kita, sehingga bisa mengurangi dampak buruk dari material-material sisa atau barang bekas yang tidak terpakai itu. Membangun rumah tidak harus memakai material yang baru (sehingga budget jadi tinggi), justru bila kita jeli melihat potensi material sisa atau barang bekas yang ada disekitar kita, dengan sedikit ide dan sentuhan kreatifitas, maka material sisa tersebut bisa menjadi elemen pembentuk bentukan arsitektural yang artistik dan bernilai. 

 

3. Eksterior View 2

Salah satu contoh penerapannya adalah pada secondary skin yang menjadi aksen fasade rumah ini, secondary skin tersebut tersusun dari sisa-sisa potongan kayu hasil pengolahan (limbah) dari beberapa tempat pengolahan kayu di lingkungan sekitar. Potongan-potongan tersebut kami pilih terlebih dahulu, hanya potongan kayu berjenis kayu keras (merbau/bengkirai) saja yang kami pakai. Selanjutnya potongan-potongan kayu sisa tersebut (yang memiliki panjang bervariasi mulai dari 10 cm hingga 70 cm) di press dengan frame dari baja WF, fungsi baja WF tersebut adalah sebagai pengikat. Selanjutnya beberapa potongan di ambil secara acak dan diganti dengan potongan besi hollow (ukuran menyesuaikan kayu) yang berfungsi sebagai pori-pori. Secondary skin tersebut sekaligus menjadi elemen pembentuk interior yang menarik, permainan maju-mundur serta lubang-lubang acak tersebut menjadi pori-pori masuknya cahaya matahari pada pagi hari serta angin yang berhembus sepanjang hari.  Disisi yang lain masalah tampias akibat dari pori-pori tersebut diselesaikan dengan adanya ruang transisi antara secondary skin dengan ruang santai yang ada di dalamnya. 

 

8. Desain Interior Ruang Santai Lantai 2 View 2

Contoh eksplorasi material sisa yang lainnya adalah kayu bekas palet/peti kemas yang dipakai untuk tangga, sunscreen dan meubelair, kayu gelam sisa proyek dipakai untuk struktur tangga serta botol-botol bekas yang dipakai sebagai armatur lampu. Pada interior rumah ini juga terlihat eksplorasi material sisa yang cukup beragam, kayu-kayu sisa palet di desain sedemikian rupa untuk bisa menjadi meja, kursi, jam dinding sampai tatakan tempat tidur. Konsep rumah yang unfinished juga bisa menjadi alternatif yang murah dari segi perawatan. Sedangkan bentuk fasadenya yang tertutup adalah solusi untuk mengatasi permasalahan rumah yang berada di kavling tusuk sate.

 

Nama Proyek: Rumah Sisa

Luas Tanah/Bangunan: 298/300 m2
Lokasi: Jakarta
Tahun: 2013
Arsitek: Andy Rahman. A, ST. IAI dan Imam Prasetyo, ST
Desainer Interior: Anindita Caesarayi Putri, ST


  • 1. Detail Fasade

    1. Detail Fasade

  • 2. Eksterior View 1

    2. Eksterior View 1

  • 3. Eksterior View 2

    3. Eksterior View 2

  • 4. Bird Eye View

    4. Bird Eye View

  • 5. View Dari Samping Kiri

    5. View Dari Samping Kiri

  • 6. Desain Interior Area Ruang Makan dan Tangga

    6. Desain Interior Area Ruang Makan dan Tangga

  • 7. Desain Interior Ruang Santai Lantai 2 View 1

    7. Desain Interior Ruang Santai Lantai 2 View 1

  • 8. Desain Interior Ruang Santai Lantai 2 View 2

    8. Desain Interior Ruang Santai Lantai 2 View 2

  • 9. Denah Lantai 1

    9. Denah Lantai 1

  • 10. Denah Lantai 2

    10. Denah Lantai 2

  • 11. Tampak Depan

    11. Tampak Depan

  • 12. Tampak Samping

    12. Tampak Samping

  • 13. Potongan AA

    13. Potongan AA

  • 14. Potongan BB

    14. Potongan BB

  • 15. Konsep Bentuk 1

    15. Konsep Bentuk 1

  • 16. Konsep Bentuk 2

    16. Konsep Bentuk 2

  • 17. Konsep Bentuk 3

    17. Konsep Bentuk 3

  • 17. Tor.JPG

    17. Tor.JPG

  • 18. Konsep Desain.JPG

    18. Konsep Desain.JPG

  • 19. Konsep Desain.JPG

    19. Konsep Desain.JPG

  • 20. Konsep Desain.JPG

    20. Konsep Desain.JPG

  • 21. Site.JPG

    21. Site.JPG

  • 22. Analisa Site.JPG

    22. Analisa Site.JPG

  • 23. Analisa Site.JPG

    23. Analisa Site.JPG

  • 24. Analisa Site.JPG

    24. Analisa Site.JPG

  • 25. Analisa Site.JPG

    25. Analisa Site.JPG

  • 26. Analisa Site.JPG

    26. Analisa Site.JPG

  • 27. Analisa Site.JPG

    27. Analisa Site.JPG

  • 28. Material Sisa.JPG

    28. Material Sisa.JPG

  • 29. Material Sisa.JPG

    29. Material Sisa.JPG

  • 30. Material Sisa.JPG

    30. Material Sisa.JPG

  • 31. Material Sisa.JPG

    31. Material Sisa.JPG

  • 32. Material Sisa.JPG

    32. Material Sisa.JPG



* Location to be used only as a reference. It could indicate city/country but not exact address.

Related Articles:

You might also like:

  • Exploring Materiality

    Exploring Materiality

  • A House With Communal Space

    A House With Communal Space

  • Silce House

    Silce House

  • Growing House

    Growing House


Various Project Gallery

 

 

Facebook Fans Page

 

 

Instagram
Browse by Category

 

 

Web Statistic
  • Total visitors: 368,076
  • Visitors today: 62
  • Visitors yesterday: 155
  • Currently online: 1
  • Total page views: 1,969,160
  • Page views of this page: 20,986
  • counter

 

 

Video Projects