03

JUN  2014

Masjid 99 Cahaya

By: Andy Rahman. A, ST. IAI (andyrahman architect)
Posted On. 2014-06-03

3. Desain Eksterior Masjid

Masjid ini bernama Al-Fatih yang berarti pembuka, merupakan sebuah masjid yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al-Fatih. Lokasinya berada di daerah Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Masjid ini dirancang dengan pendekatan yang bersifat simbolis, dengan mengambil simbol-simbol spiritual Islami yang kemudian dituangkan ke dalam rancangan. Ide dasar bentuk dan penataan massa mengambil dari pola Arabesque. Arabesque adalah ornamen geometris yang banyak dipakai dalam arstektur Islam yang merupakan olahan bentuk geometri tingkat tinggi, dengan pengulangan yang rumit dan mendetail. Pola Arabesque muncul sebagai solusi seni ornamentasi Islam yang tak membolehkan bentukan atau gambar makhluk yang bernyawa/hidup. Bentukan Arabesque yang banyak dipakai antara lain berawal dari bentuk kotak yang kemudian digabung dan dikombinasikan mulai yang sederhana sampai yang sangat kompleks. Dalam proses desain masjid ini, diambil dari bentuk dasar kotak tersebut, yang dijadikan sebagai bentuk awal. Bentuk kotak ini diambil juga dengan alasan efektifitas ruang dan terlihat lebih simple.

 

1. View Dari Barat

Berdiri tegak dan megah di atas lahan yang berkontur, posisi masjid ini berada di bagian paling atas dari site yang berbukit, sehingga bisa terlihat dengan mudah dari segala arah. Posisi yang strategis ini sesuai dengan fungsinya sebagai pusat semua aktifitas, pusat kegiatan belajar-mengajar dan juga pusat pemgembangan pondok pesantren. Warna yang dominan digunakan adalah warna semen yang menyerupai batu, sehingga terasa lebih dekat dan akrab dengan alam. Dengan tampilan warna yang berkesan unfinished ini, bangunan masjid dapat menyatu dengan lingkungan sekelilingnya, jauh dari kesan angkuh atau sombong. Sebuah anugerah yang menguntungkan juga, bahwa di sekitar masjid ini terdapat banyak batu-batu besar yang ada secara alamiah. Keberadaan batu-batu tersebut sangat potensial untuk dijadikan sebagai elemen landscape. Maka, batu-batu yang warnanya senada dengan warna masjid itu ditata sedemikian rupa agar semakin memperkuat kehadiran masjid ini. Di samping itu, tampilan batu yang natural dan tak beraturan menjadi penyeimbang terhadap bentukan masjid yang sangat geometris dengan garis-garis lurus dan bidang persegi. Untuk memperkuat kesan batu, tulisan Al-Fatih pada bagian fasade masjid tampak seperti tulisan coakan yang dipahatkan di atas batu.

 

4. View Dari Selatan Malam

Bentuk kotak sebagai bentuk dasar masjid digubah dengan transformasi lebih jauh agar terlihat lebih kontemporer dan sesuai dengan semangat jamannya, jadi bukan sekedar kotak geometris belaka. Terlihat pada bagian selubung atas yang ditekuk dan dibuat agak melebar keluar untuk memberi shading atau bayangan pada ruang di bawahnya. Di sekelilingnya diberi dek beton untuk menaungi selasar agar tidak terpapar panas atau terkena tampias air hujan. Bangunan tempat wudlu di sisi timur dibuat dari bentuk dasar kotak yang juga berselasar dek beton, sedangkan kantor pengelola menggunakan bentuk kotak yang diberi cover di sisi barat dan selatan dengan alasan kenyamanan dan juga privasi. Menara masjid dibuat menempel pada bangunan kantor yang berada di samping selatan masjid. Menara masjid Al-Fatih ini juga dari bentuk dasar kotak dan dibuat simbolis dengan ujungnya yang melancip, tingginya mencapai 17 meter. Hal ini melambangkan jumlah rakaat shalat wajib yang harus dijalankan seorang muslim dalam sehari semalam, yaitu 17 rakaat. Menara ini, dengan bentuknya yang monumental dan menjulang tinggi, menjadi penanda eksistensi masjid ini dan lingkungan sekitar pondok pesantren.

 

5. Birds Eye View Malam

Selain ornamen Arabesque dan transformasi bentuk kotak geometris, masjid ini juga memanfaatkan cahaya sebagai unsur utama yang diolah secara optimal untuk memperkuat karakter dan kehadirannya, terutama pada malam hari. Kompleks masjid ini terlihat makin semarak dengan hadirnya 99 lampu penerangan atau lampu suluh yang pada ujungnya masing-masing bertuliskan nama-nama Allah atau Asmaul Husna yang berjumlah 99. Lampu suluh yang disebar mengitari masjid secara acak ini sekaligus menjadi simbol cahaya Allah yang menerangi alam semesta serta hablumminannas (hubungan manusia dengan manusia) yang bersifat horisontal. Pada malam hari, cahaya dari lampu-lampu suluh ini dari kejauhan terlihat seperti lilin-lilin kecil yang berpendar di sekeliling masjid. Sedangkan pada menaranya disorotkan lampu sooklight lurus ke atas menembus awan dan menyeruak ke langit sebagai simbol dari Doa yang terangkat kelangit serta hablumminallah (hubungan manusia dan Tuhan) yang bersifat vertikal. Menara ini seakan menegaskan asal-usulnya sendiri, sebagai minarah atau minaret yang artinya tonggak api. Selain itu, pada bagian fasade masjid diberi cahaya yang muncul dari garis-garis vertikal yang ditimbulkan dari neon box yang disembunyikan secara presisi di baliknya. Garis-garis cahaya ini menambah keindahan masjid pada malam hari, yang sebenarnya juga merupakan lubang-lubang angin untuk mengalirkan udara ke dalam masjid.

 

7. Interior Masjid Al Fatih View ke Arah Mihrab

Interior masjid ini disesuaikan dengan konsep masjid secara keseluruhan, yaitu mengulang bentuk kotak-kotak dan garis seperti pada bagian luar massa bangunannya. Bagian dinding didominasi oleh krawangan (roster) yang memakai pola Arabesque. Ornamen yang terlihat rumit pada roster ini menjadi penyeimbang dari bentukan-bentukan lain yang cenderung smooth dan simple. Dengan adanya lubang-lubang pada roster itu pula, sekaligus mengalirkan udara agar bebas melewati ruangan untuk memberi kenyamanan yang cukup meskipun tanpa AC. Bagian plafon dibuka untuk memasukkan cahaya dari skylight guna menerangi ruangan pada siang hari. Plafon tersebut diberi kaca es untuk memberi efek yang lebih dramatis, selain juga untuk menyembunyikan struktur rangka atapnya agar tak terlihat langsung oleh jamaah. Pada plafon tersebut masih ada jejak kotak-kotak yang terpecah-pecah atau bertumpuk, seperti melayang dan mengawang di atas ruang utama. Pada bagian dinding di sisi kiblat yang merupakan arah orientasi shalat, diberi backlight yang jumlahnya ada 27 buah, sebagai simbol dari pahala bagi orang yang shalat berjamaah yang berlipat 27 kali dibanding shalat sendirian. Dinding mihrabnya sendiri ditarik keluar dan diberi bukaan serta skylight untuk pencahayaan alami.

 

Nama Proyek: Masjid Al Fatih
Lokasi: Hambalang, Bogor, Jawa Barat
Luas Bangunan: 700 m2
Tahun Perencanaan: 2014
Arsitek Prinsipal: Andy Rahman. A, ST. IAI
Arsitek: Imam Prasetyo, ST
Desainer Interior: Anindita Caesarayi Putri, ST
Teks: Anas Hidayat


  • 1. View Dari Barat

    1. View Dari Barat

  • 2. View Dari Selatan

    2. View Dari Selatan

  • 3. Desain Eksterior Masjid

    3. Desain Eksterior Masjid

  • 4. View Dari Selatan Malam

    4. View Dari Selatan Malam

  • 5. Birds Eye View Malam

    5. Birds Eye View Malam

  • 6. Tempat Wudlu Masjid Al Fatih

    6. Tempat Wudlu Masjid Al Fatih

  • 7. Interior Masjid Al Fatih View ke Arah Mihrab

    7. Interior Masjid Al Fatih View ke Arah Mihrab

  • 8. Interior Masjid Al Fatih View ke Arah Belakang

    8. Interior Masjid Al Fatih View ke Arah Belakang

  • 9. Tampak Barat

    9. Tampak Barat

  • 10. Tampak Selatan

    10. Tampak Selatan

  • 11. Pola Tata Masa

    11. Pola Tata Masa

  • 12. Ide Dasar Bentuk dan Pola Tata Masa

    12. Ide Dasar Bentuk dan Pola Tata Masa

  • 13. Konsep Masjid

    13. Konsep Masjid

  • 14. Konsep Masjid

    14. Konsep Masjid

  • 15. Konsep Masjid

    15. Konsep Masjid

  • 16. Konsep Kantor

    16. Konsep Kantor

  • 17. Konsep Kantor dan Menara Masjid

    17. Konsep Kantor dan Menara Masjid

  • 18. Konsep Masjid dan Kantor

    18. Konsep Masjid dan Kantor

  • 19. Konsep Masjid dan Menara

    19. Konsep Masjid dan Menara

  • 20. Konsep Interior Masjid

    20. Konsep Interior Masjid

  • 21. Denah Lantai 1

    21. Denah Lantai 1

  • 22. Denah Lantai 2

    22. Denah Lantai 2

  • 23. Detail Dinding Sisi Selatan

    23. Detail Dinding Sisi Selatan

  • 24. Potongan

    24. Potongan



* Location to be used only as a reference. It could indicate city/country but not exact address.

Related Articles:

You might also like:

  • Breathing Office

    Breathing Office

  • Simokerto Elementary School

    Simokerto Elementary School

  • Hotel Wiston

    Hotel Wiston

  • Boarding House Jogjakarta

    Boarding House Jogjakarta


  • Eric [ ] said:


    Pak saya mau nanya nih, untuk gambar seperti ini menggunakan aplikasi apa yah?

    in: September 3, 2014 at: 10:08 pm

  • andy rahman [ ] said:


    @ Bpk. Eric: Pakai program Sketchup pak, mulai dari desain 3D sampai rendernya.

    in: September 5, 2014 at: 1:57 pm

  • Aqbil [ ] said:


    Apa perbedaan jika menggunakan Archicad pak? apa berpengaruh trhadap hasil render? trimakasih

    in: February 1, 2015 at: 9:31 am

  • didit [ ] said:


    pak apakah boleh emailkan untuk gambar detail dinding ini diresolusi yang lebih jelas? soalnya keterangannya tidak kebaca hehe msh kuram paham saya dalam aplikasi nya nanti dilapangan, terima kasih :)

    in: April 22, 2015 at: 8:49 am

  • Nugroho [ ] said:


    Pak Andy. Apakah Masjid ini milik Ust. Budi Ashari dgn Kuttab Al Fatih nya?

    in: February 2, 2016 at: 10:11 am

  • faridl [ ] said:


    pak mau tanya dimensi masjid 99 cahaya ini ?? soalnya di gambarnya kurang jelas

    in: March 13, 2016 at: 4:28 pm

  • Andy Rahman [ ] said:


    @ Bpk. Faridl: Ruang Utama (Sholat): 14 x 17 m2. Kalau plus serambi: 20x23 m2

    in: March 30, 2016 at: 2:04 pm

Leave a Comment

Coming Soon!
Residential Project Gallery

 

 

Facebook Fans Page

 

 

Latest Comments
Browse by Category

 

 

Web Statistic
  • Total visitors: 280,356
  • Visitors today: 142
  • Visitors yesterday: 161
  • Currently online: 1
  • Total page views: 1,544,158
  • Page views of this page: 7,987
  • counter

 

 

Video Projects