11

JUL  2014

Rumah Kos Keputih Jilid 1

By: Andy Rahman. A, ST. IAI (andyrahman architect)
Posted On. 2014-07-11

1. Eksterior View Malam

satu yang mendua, dua yang menyatu...

Rumah kos yang terletak di Keputih, Surabaya Timur ini menerapkan konsep Unity in Duality, yaitu membuat kesatuan antara dua karakter yang berbeda, atau membuat dualitas pada satu bagian yang sama. Dengan kata lain: yang mendua dibuat menyatu, yang menyatu dibikin mendua. Unity in Duality tersebut dirancang dalam berbagai skala tingkatan yang berbeda, mulai skala rumah secara keseluruhan, elemen dan material bangunan, hingga ke interior dan bagian-bagian detailnya. Kekuatannya terletak pada kesatuan yang tercipta di antara dualitas itu, yang muncul sebagai laras-ambiguitas yang runtut dan konsisten. Di mana-mana kita temukan dualitas, tetapi dualitas itu tetap bisa menyatu dalam irama, proporsi dan komposisi yang seimbang.

 

2. Eksterior View Malam

Konsep Unity in Duality ini berawal dari klien yang sudah memiliki rumah, kemudian ingin merenovasi total rumah baru yang terletak persis di sampingnya. Karena rumah lama sudah didesain secara kompak dengan tampilan simple yang mengeksplorasi permainan kotak-kotak persegi, maka desain yang baru pun menyesuaikan, namun sekaligus tetap berupaya memunculkan identitasnya sendiri yang khas. Dua rumah ini tersambung menjadi gabungan “Lama-Baru” yang tak terpisahkan. Di samping itu, rumah baru ini secara vertikal juga memiliki dualitas fungsi, lantai bawah sebagai rumah tinggal yang terhubung dengan rumah lama, sedangkan lantai atas difungsikan sebagai tempat kos dengan akses terpisah. Dari sudut pandang spasialitas tampilan rumah, terlihat bagaimana elemen kaca yang tembus cahaya dan meruang bisa bersanding harmonis dengan elemen beton yang terkesan masif dan berat, padahal keduanya memiliki karakter sangat berbeda. Muncul dualitas antara yang meruang dan yang masif, dan keduanya mampu membentuk kesatuan ringan-berat yang selaras. Klien juga menginginkan agar rumah ini berkesan terbuka, tetapi tidak mengganggu privasi dan kenyamanan mereka. Maka dibuat desain roster logam sebagai penghalang pandangan dari luar yang terbuat dari plat galvanil dengan lubang-lubang trapesium yang acak (random). Lubang-lubang acak ini menjadi pemecah garis-garis dan bidang-bidang di bagian fasade rumah yang serba lurus dan tertata rapi. Dari sini terciptalah unity antara yang order (teratur) dan disorder (tak teratur).

 

5. Eksterior Keseluruhan Plus Rumah Lama

Jika tidak jeli, orang akan sulit menentukan di mana batas antara rumah lama dan baru, karena eksteriornya memang sengaja dibuat “menerus” sehingga batasnya sekilas menjadi kabur. Bagian eksterior rumah ini juga menunjukkan unsur dualitas yang jelas. Hampir seluruh fasadenya menggunakan material yang unfinished dan cenderung berkesan “kasar” dengan alasan kemudahan perawatan, didominasi oleh material beton pre-cast ekspos dan conwood dari cement fibre yang berwarna abu-abu muda. Tetapi kemudian hal itu diimbangi oleh beberapa frame bukaan persegi yang di-finish halus berwarna putih dan ungu sehingga muncul kesan mendua pada bidang depan ini. Dilihat dari luar, tampak jelas warna ungu pada rumah lama diulang lagi pada rumah baru. Warna ungu ini menjadi satu faktor yang mampu menyatukan berbagai karakter yang terdapat pada rumah, yang diulang di hampir semua bagian, baik pada eksterior maupun interior. Detail plat nomer rumah pun tak terlepas dari sentuhan warna ungu. Warna ini merupakan warna favorit kesukaan klien, sehingga dijadikan aksen yang tidak dominan tetapi muncul dengan sangat mencolok dan berkarakter kuat. Adanya aksen ini mampu memperkuat unity antar elemen, material dan warna yang berbeda-beda pada rumah ini.

 

11. Ruang Tamu

Sementara itu, bagian interiornya dibuat lebih  finished dengan penyelesaian yang rapi dan smooth yang didominasi warna putih. Dengan penggunaan warna putih, ruang dalam menjadi terkesan luas dan lega. Akhirnya, interior rumah ini menjadi lawan absolut dari eksterior yang cenderung unfinished. Orang yang bergerak dari luar ke dalam rumah ini, akan merasakan pergerakan karakter dari yang kasar dan unfinished berubah menjadi halus dengan penyelesaian yang rapi dan bersih. Perubahan karakter antara yang unfinished dan yang finished ini justru menghasilkan unity yang unik. Pada bagian pojok ruangan terdapat mushola kecil yang sengaja dibuat unfinished, hal ini untuk mengimbangi interior yang hampir semua bagiannya berwarna putih, rata dan halus. Mushola ini seperti pecahan eksterior yang dimasukkan ke interior, sehingga menciptakan sedikit “pertentangan elemen” yang justru memberi sebuah kejutan tak terduga. Di ruang tamu terdapat perabot berwarna ungu yang sangat kontras dengan warna ruang yang putih. Ini merupakan bagian dari perulangan aksen ungu yang menjelajah seluruh bagian rumah agar tidak terasa monoton atau membosankan, yang sekaligus menghasilkan dualitas warna “ungu-putih” yang menggugah.

 

16. Koridor Kamar Kos

Kamar kos yang terletak di lantai atas ingin memanusiakan mereka yang tinggal di dalamnya, bahkan dilengkapi dengan Internet, Wi-Fi dan TV Kabel, juga disediakan sebuah ruang komunal (communal space) sebagai sarana sosialisasi antar penghuni kos. Fasilitas lain yang juga disediakan di sini adalah laundry, musholla, dapur dan pantryAgar kenyamanan bisa sekelas dengan apartemen atau hotel, maka efektifitas ruang, pencahayaan alami dan sirkulasi udara menjadi pertimbangan yang utama. Penataan ruang dibagi dua zona, zona service dan zona kamar. Zona service diletakkan di sisi timur dengan pertimbangan agar kamar mandi dan dapur bisa berhubungan langsung dengan ruang luar sehingga mudah untuk membuang udara kotor. Area cuci dan jemur di lantai atas dibuat dengan mengulangi roster plat galvanil yang ada di bagian bawah, sehingga terjadi unity antara elemen di atas dan bawah. Sedangkan zona kamar berada di sisi dalam karena pemanfaatan kamar kos lebih banyak pada malam hari. Zona kamar ini diberi atap skylight dari material solar tuff untuk menerangi area sirkulasi. Skylight tersebut diangkat dari dudukannya, agar bisa mengalirkan udara ke dalam ruangan. Sirkulasi pada kamar-kamar kos juga dibuat lebih longgar agar tidak berkesan sempit seperti lorong, dengan pintu masuk yang menyamping. Bovenlight pada kamar-kamar dibuat berbeda ukurannya, sesuai dengan kebutuhan pencahayaannya. Ukuran yang berbeda-beda itu disatukan dalam satu bentuk yang sama, yaitu kotak persegi. Kamar-kamar diberi motif berupa aksen garis-garis dari bahan akrilik, agar suasana dalam kamar sedikit lebih berwarna dan berbeda dengan suasana luar kamar yang didominasi warna putih bersih tanpa motif.

 

Nama Proyek: Rumah Kos Keputih Jilid 1

Lokasi Proyek: Bumi Marina Mas, Blok E/72, Keputih, Sukolilo, Surabaya
Luas Tanah/Bangunan: 180/300 m2
Selesai Tahun: 2014
Arsitek Prinsipal: Andy Rahman. A, ST. IAI
Arsitek: Handy Candra Pratama, ST
Desainer Interior: Anindita Caesarayi Putri, ST
Teks: Anas Hidayat
Maket: Alfin Noor
Foto: Mansyur Hasan 


  • 1. Eksterior View Malam

    1. Eksterior View Malam

  • 2. Eksterior View Malam

    2. Eksterior View Malam

  • 3. View Siang Dari Sudut

    3. View Siang Dari Sudut

  • 4. Eksterior View Siang

    4. Eksterior View Siang

  • 5. Eksterior Keseluruhan Plus Rumah Lama

    5. Eksterior Keseluruhan Plus Rumah Lama

  • 6. Detail Fasad

    6. Detail Fasad

  • 7. Detail Fasad

    7. Detail Fasad

  • 8. Detail Kanopi

    8. Detail Kanopi

  • 9. Detail Secondary Skin

    9. Detail Secondary Skin

  • 10. Detail Secondary Skin

    10. Detail Secondary Skin

  • 11. Ruang Tamu

    11. Ruang Tamu

  • 12. Ruang Keluarga

    12. Ruang Keluarga

  • 13. Ruang Makan, Dapur dan Pantry

    13. Ruang Makan, Dapur dan Pantry

  • 14. Tangga ke Kamar Kos Lantai 2

    14. Tangga ke Kamar Kos Lantai 2

  • 15. Koridor Kamar Kos

    15. Koridor Kamar Kos

  • 16. Koridor Kamar Kos

    16. Koridor Kamar Kos

  • 17. Kamar Kos

    17. Kamar Kos

  • 18. Kamar Kos

    18. Kamar Kos

  • 19. Denah Lantai 1 Rumah Baru dan Rumah Lama

    19. Denah Lantai 1 Rumah Baru dan Rumah Lama

  • 20. Denah Lantai 2 Rumah Baru dan Rumah Lama

    20. Denah Lantai 2 Rumah Baru dan Rumah Lama

  • 21. Lokasi Site

    21. Lokasi Site

  • 22. Fungsi Ruang

    22. Fungsi Ruang

  • 23. Konsep Bentuk

    23. Konsep Bentuk

  • 24. Konsep Bentuk

    24. Konsep Bentuk

  • 25. Konsep Material

    25. Konsep Material

  • 26. Maket Studi

    26. Maket Studi

  • 27. Maket Studi

    27. Maket Studi

  • 28. Maket Studi

    28. Maket Studi

  • 29. Maket Studi

    29. Maket Studi

  • 30. Foto Existing Rumah ke 1 Yang Dipertahankan.JPG

    30. Foto Existing Rumah ke 1 Yang Dipertahankan.JPG

  • 31. Foto Existing Rumah ke 2 Yang Dikembangkan.JPG

    31. Foto Existing Rumah ke 2 Yang Dikembangkan.JPG




* Location to be used only as a reference. It could indicate city/country but not exact address.

Related Articles:

You might also like:

  • Rumah Gayungsari

    Rumah Gayungsari

  • Rumah Berongga

    Rumah Berongga

  • A House With Communal Space

    A House With Communal Space

  • Contrast Of Cubes

    Contrast Of Cubes


Various Project Gallery

 

 

Facebook Fans Page

 

 

Instagram
Browse by Category

 

 

Web Statistic
  • Total visitors: 362,181
  • Visitors today: 44
  • Visitors yesterday: 245
  • Currently online: 3
  • Total page views: 1,941,329
  • Page views of this page: 16,546
  • counter

 

 

Video Projects