04

FEB  2015

Gedung 8 Universitas Adi Buana Surabaya

By: Andy Rahman. A, ST. IAI (andyrahman architect)
Posted On. 2015-02-04

1. Desain Eksterior View 1

Delapan Menatap Masa Depan

 

pendiri yang delapan, melakukan persiapan, menuju masa depan, mewujud di gedung delapan...

 

Gedung Perpustakaan milik Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya ini dirancang berdasar pada sejarah Unipa yang pada awalnya dirintis oleh delapan orang pendiri. Maka tidak mengherankan jika angka 8 seakan menjadi angka keramat yang masih sangat dipegang teguh hingga sekarang. Bahkan, gedung perpustakaan inipun akan dinamai sebagai Gedung 8.

Dari sinilah, angka 8 menjadi ide dasar yang demikian kuat dalam perancangan gedung ini. Akan tetapi, arsitek tidak memakai bentuk angka 8 tersebut secara literal, namun justru dicari esensi yang mendasar dari angka 8 itu sendiri, yang akhirnya menemukan bahwa angka delapan memiliki karakter yang menerus (continuous), bersifat dinamis, serta tanpa awal dan akhir. Agar tidak terjebak pada simbolisme yang dangkal, maka angka delapan tersebut dijadikan pijakan dengan melihat pada kekuatan grafis-visualnya, yaitu bentuknya yang melingkar, simetris dan unik.

Berdiri di atas lahan seluas 19 X 32,50 meter persegi, perpustakaan ini menjadi bangunan yang menonjol di kompleks kampus Unipa. Bentuk bangunan yang berbeda dengan bangunan lain di lingkungan kampus menjadi momentum yang tepat bagi Unipa untuk membuat sebuah lompatan ke depan. Menyongsong masa depan yang lebih baik dengan perpustakaan yang aktif dan dinamis sebagai tempat belajar, berinteraksi dan berbagi untuk seluruh elemen kampus.


 

2. Desain Eksterior View 2

Jika ditelisik lebih dalam, angka 8 juga mengandung unsur ambiguitas atau mendua, karena bentuknya berupa dua lingkaran yang berhimpit satu sama lain. Dua lingkaran itu menyatu tapi sekaligus juga terpisah. Konsep inilah yang kemudian dijadikan ide awal dalam pengolahan massa bangunan.

Pertama, bagian dasar dari massa bangunan mengambil bentuk angka 8, berupa dua lingkaran berimpit yang kemudian di-stretch ke atas. Ambiguitas tersebut berlanjut hingga ke bentuk massa yang tinggi menjulang. Ambiguitas antara satu dan dua massa: terlihat sebagai satu massa, tetapi seakan terbelah menjadi dua massa. Belahan antar massa yang berada di tengah bangunan dijadikan sebagai rongga untuk memberi pencahayaan yang lebih banyak kepada ruang-ruang dalamnya. Masih ditambah lagi dengan roof top yang juga berbahan kaca guna mendukung pencahayaan yang lebih optimal. Pada sisi barat gedung, bukaan dibatasi agar tidak terlalu banyak untuk melindungi ruang-ruang bangunan dari paparan panas matahari. Sedangkan pada sisi utara dan selatan bukaan kaca justru dibuat lebih lebar.

Kedua, ambiguitas antara delapan lantai atau dua kali lipatnya. Ini memang dilakukan untuk memasukkan unsur angka 8 meskipun sebetulnya bangunan ini tidak benar-benar setinggi 8 lantai. Setiap lantainya dibuat split-level setinggi 3 meter untuk mendapatkan ruang yang lebih luas, sehingga tinggi total tiap lantai menjadi 6 meter. Secara vertikal, pembagian delapan zona sebagai berikut:

Bagian paling bawah adalah ground zone, didapat dari massa bangunan perpustakaan yang sengaja diangkat dari tanah dasarnya, sehingga membentuk ruang besar di bagian bawah, yang bisa digunakan sebagai public space, merupakan sarana untuk berinteraksi dan bersosialisasi oleh para mahasiswa Unipa dan seluruh civitas akademika-nya. Di area ini juga terdapat mini museum yang menampilkan fragmen-fragmen sejarah berdirinya Unipa dan perkembangannya sampai sekarang. Di atas ground zone adalah lantai 1 sebagai area transisi, lantai 2 untuk auditorium, lalu lantai 3, 4, 5 dan 6 sebagai area koleksi buku yang jumlahnya mencapai 36.000 eksemplar. Lantai 7 difungsikan sebagai kantor pengelola dan broadcasting, sedangkan lantai 8 merupakan zona maintenance.

 

3. View Dari Jalan Tol Waru Juanda

Posisi gedung perpustakaan Unipa ini sangat strategis, bukan hanya di lingkungan internal kampus ini, tetapi juga punya potensi besar untuk dijadikan penanda lingkungan kawasan tempatnya berada. Karena sosoknya yang monumental berupa tower dengan tinggi hampir mencapai 60 meter, maka juga terlihat dengan mudah dari jalan bypass Waru-Surabaya ataupun jalan Tol Waru-Juanda. Dengan demikian, gedung perpustakaan ini bisa menjadi ikon bagi lingkungan sekitar, sehingga Unipa makin dikenal oleh masyarakat luas. Maka, gedung ini ditampilkan dengan kesan sebagai menara vertikal untuk menunjukkan citra Unipa yang sudah bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang semakin maju dan berkembang.

Meskipun tidak sangat tinggi, tapi bangunan ini cukup unik. Bentuknya menunjukkan tampilan masa kini dan sculptural, karena bidang sisinya dibuat menerus seakan tanpa sambungan dan berkesan monolith dengan clading wall berupa bilah-bilah trapesium memanjang, bagian ujungnya dibuat meruncing diagonal untuk memperkuat kesan monumental. Dalam kompleks kampus Unipa, gedung perpustakaan ini terlihat sangat berbeda dengan massa-massa bangunan lain di Unipa yang masih konvensional. Dalam konteks lingkungan juga mampu menjadi penanda yang cukup signifikan.

 

7. Lobby View 3

Untuk akses masuk menuju ke bangunan perpustakaan ini, diberi ramp yang cukup lebar untuk menangkap pengunjung yang datang dari jalur utama kampus. Arahnya diambil dari sudut yang tepat, agar pengunjung bisa masuk dengan cara yang nyaman dan halus, tergiring secara tidak disadari. Bagian dasar perpustakaan dibuat lebih tinggi dua meter dari jalan di depannya. Lalu pengunjung akan memasuki area ground zone atau public space. Di atasnya lagi terdapat area transisi yang juga berfungsi sebagai lobby perpustakaan. Di lobby ini, perabot rata-rata menggunakan warna pastel yang soft, lalu tempat duduk diberi aksen warna hijau muda yang mencolok, sehingga ruang tidak berkesan monoton. Lantai diberi sentuhan warna kayu, yang membuat suasana ruang menjadi lebih hangat dan akrab.

Tangga menuju ke auditorium dibuat berbentuk melingkar, yang berawal dari unsur dinamis angka 8. Ruang auditorium sendiri berupa ruang besar dengan pencahayaan dari sela lubang-lubang perforated steel panel, memberi efek yang lebih dramatis. Berikutnya, interior ruang-ruang baca dan ruang koleksi buku juga memakai bentuk-bentuk yang berkonsep dinamis dan kontinyu yang berdasar pada angka delapan, antara lain dengan bentuk yang lengkung dan lingkaran yang mendominasi plafon ruang dalam. Dengan adanya lingkaran-lingkaran tersebut, maka akan memecah kesan kaku dan persegi pada bangunan ini, ruang menjadi terlihat ada sentuhan unsur plastis dan elastis. Sedangkan perabot-perabotnya memakai bentukan yang simple dan ringan, menyesuaikan dengan suasana ruang yang terjadi.

 

8. Lobby View 4

Secara umum, interior perpustakaan Unipa ini dibuat dengan karakter yang lebih kontemporer dan mengkini, menonjolkan bentuk yang berupa bidang-bidang tipis dan ringan, juga dengan material yang berkesan smooth dan mengkilat.

Suasana ruang dalam memang dibuat lebih bernuansa homy dan intim, sehingga terasa menyenangkan dan nyaman bagi pengunjung untuk melakukan kegiatan apapun di perpustakaan ini, seperti membaca, belajar, berdiskusi dan lain-lain. Plafon yang pendek memberi kesan akrab dan dekat, yang diimbangi dengan luasan ruang yang memadai dan lega. Bahkan di bagian skydeck terdapat ruang ramai atau caf outdoor, sehingga perpustakaan ini tidak hanya sebagai tempat kegiatan membaca atau keilmuan saja, tetapi juga bisa menampung fungsi-fungsi yang lain juga. Hal ini untuk lebih menarik para mahasiswa Unipa agar senang, bergembira dan bangga ketika mengunjungi perpustakaan kampusnya.

 

Nama Proyek: Gedung 8 Perpustakaan Universitas Adi Buana Surabaya

Lokasi Proyek: Kampus Universitas Adi Buana Surabaya, Jl. Dukuh Menangal XII Surabaya
Luas Tanah/Bangunan: 600/4800 m2
Tahun Perencanaan: 2014
Arsitek: Abdi Manaf. R, ST dan Andy Rahman. A, ST. IAI
Desainer Interior: Anindita Caesarayi Putri, ST dan Imam Prasetyo, ST
Teks: Anas Hidayat


  • 1. Desain Eksterior View 1

    1. Desain Eksterior View 1

  • 2. Desain Eksterior View 2

    2. Desain Eksterior View 2

  • 3. View Dari Jalan Tol Waru Juanda

    3. View Dari Jalan Tol Waru Juanda

  • 4. Birds Eye View

    4. Birds Eye View

  • 5. Lobby View 1

    5. Lobby View 1

  • 6. Lobby View 2

    6. Lobby View 2

  • 7. Lobby View 3

    7. Lobby View 3

  • 8. Lobby View 4

    8. Lobby View 4

  • 9. Skydeck dan Cafe

    9. Skydeck dan Cafe

  • 10. Konsep Desain

    10. Konsep Desain

  • 11. Konsep Desain

    11. Konsep Desain

  • 12. Site

    12. Site

  • 13. Site

    13. Site

  • 14. Data Site

    14. Data Site

  • 15. Konsep

    15. Konsep

  • 16. Konsep

    16. Konsep

  • 17. Konsep

    17. Konsep

  • 18. Konsep

    18. Konsep

  • 19. Pembagian Fungsi

    19. Pembagian Fungsi

  • 20. Konsep Split Level

    20. Konsep Split Level

  • 21. Konsep Pencahayaan

    21. Konsep Pencahayaan

  • 22. Konsep Pencahayaan

    22. Konsep Pencahayaan

  • 23. Konsep Bentuk

    23. Konsep Bentuk

  • 24. Konsep Bentuk

    24. Konsep Bentuk

  • 25. Konsep Desain

    25. Konsep Desain

  • 26. Konsep Desain

    26. Konsep Desain

  • 27. Layout Groundfloor

    27. Layout Groundfloor

  • 28. Denah Lantai 2

    28. Denah Lantai 2

  • 29. Denah Lantai 3

    29. Denah Lantai 3

  • 30. Denah Lantai 4

    30. Denah Lantai 4

  • 31. Denah Lantai 4 Split Level

    31. Denah Lantai 4 Split Level

  • 32. Denah Lantai 5

    32. Denah Lantai 5

  • 33. Denah Lantai 5 Split Level

    33. Denah Lantai 5 Split Level

  • 34. Denah Lantai 6

    34. Denah Lantai 6

  • 35. Denah Lantai 6 Split Level

    35. Denah Lantai 6 Split Level

  • 36. Denah Lantai 7

    36. Denah Lantai 7

  • 37. Denah Lantai 7 Split Level

    37. Denah Lantai 7 Split Level

  • 38. Denah Lantai 8

    38. Denah Lantai 8



* Location to be used only as a reference. It could indicate city/country but not exact address.

Related Articles:

You might also like:

  • Klinik Bersalin Adi Buana

    Klinik Bersalin Adi Buana

  • Folded Showroom

    Folded Showroom

  • Masjid Assamawaat

    Masjid Assamawaat

  • Breathing Office

    Breathing Office


  • lia aulia [ ] said:


    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai seni Sungguh mengisnpirasi untuk orang-orang yang memiliki jiwa seni desain untuk para arsitek. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Arsitektur yang bisa anda kunjungi di <a href="http://arsitektur.blog.gunadarma.ac.id//">Arsitektur</a>

    in: July 1, 2015 at: 9:44 pm

  • despin koto [ ] said:


    pak, cara merancang gedung ekonomi yang multi massa gimana pak? saya susah membuat organisasi ruangnya

    in: September 25, 2015 at: 7:15 pm

Leave a Comment

Coming Soon!
Residential Project Gallery

 

 

Facebook Fans Page

 

 

Latest Comments
Browse by Category

 

 

Web Statistic
  • Total visitors: 270,362
  • Visitors today: 6
  • Visitors yesterday: 123
  • Currently online: 3
  • Total page views: 1,497,291
  • Page views of this page: 4,816
  • counter

 

 

Video Projects