03

JUN  2015

Unisdacentrum

By: Andy Rahman. A, ST. IAI (andyrahman architect)
Posted On. 2015-06-03

3. Unisdacentrum View 3

Gedung Rektorat merupakan jantung dari sebuah perguruan tinggi, karena di sinilah semua kegiatan kampus direncanakan, diarahkan dan dikendalikan dalam sebuah orkestrasi akademik yang seirama untuk mencapai cita-cita bersama. Rektorat juga memiliki hirarki yang tertinggi dalam sebuah kampus, karena di dalamnya bertempat pucuk pimpinan kampus beserta jajarannya. Unisda Lamongan merupakan sebuah kampus yang mulai naik daun dan semakin diminati masyarakat di daerah Lamongan dan sekitarnya, sehingga perlu membangun gedung rektorat yang representatif sebagai simbol perguruan tinggi yang terus membuat kemajuan demi kemajuan. Berlokasi di Sukodadi, di tepi jalan pantura (pantai utara) Jawa Timur yang merupakan urat nadi ekonomi Jawa dan Indonesia, gedung ini memiliki posisi yang strategis di Kota Lamongan. Di kota ini masih belum banyak gedung tinggi, apalagi yang mencapai tujuh lantai, sehingga keberadaan gedung rektorat Unisda ini berpotensi menjadi salah satu landmark yang cukup signifikan di Lamongan yang dengan mudah terlihat dari beberapa penjuru. Gedung Rektorat juga menjadi sebuah pancaran citra, maka gedung ini dirancang dengan konsep yang kontekstual dengan lingkungan kampus dan daerah Lamongan, agar mampu menjadi penanda lingkungan dan penanda kota yang diperhitungkan.

 

1. Unisdacentrum View 1

Pada awalnya, pihak kampus Unisda hanya mengenal rektorat yang biasa saja, dengan bentuk yang konvensional. Lalu oleh arsitek diperkenalkan pada rektorat-rektorat di Indonesia yang lebih kontemporer di masa kini, yang tampil dengan stylish tanpa kehilangan semangat pendidikannya. Misalnya: Menara Pinisi di Universitas Negeri Makasar dan Rektorat Universitas Padjadjaran di Jatinangor, juga Rektorat Universitas Multimedia Nusantara di Serpong. Oleh sebab itu, ide awal Rektorat Unisda ini tidak bermula dari bentuk lahan kotak, tetapi dari bentukan segilima yang diambil dari logo kampus ini dan juga logo Kabupaten Lamongan. Bentuk segilima tersebut dipasang pada site yang dikomposisikan sedemikian rupa dan memunculkan dua massa yang cukup unik. Dua massa gedung yang berdiri tak sejajar, tetapi justru melebar ke depan, yang memberi kesan mengundang dan menyambut siapa saja yang datang ke kampus Unisda. Kedua massa bangunan itu kemudian ditransformasikan ke dalam dua bentukan yang berbeda atau asimetris, tetapi tetap dijaga agar tetap tampak serasi dan dinamis. Dua massa tersebut diletakkan di samping kiri-kanan jalan kampus, yang menjadikan dua gedung ini menjadi berfungsi ganda, yaitu sebagai gerbang (karena berada di kiri-kanan jalan utama kampus) dan sebagai pusat (sentral kegiatan di dalam lingkungan kampus Unisda).

 

5. Bird Eye View

Dua massa utama ini dibagi menjadi dua fungsi yang berbeda juga. Gedung yang lebih tinggi adalah Gedung Rektorat, sedangkan massa yang satu lagi - yang terletak di seberangnya - sebagai Auditorium Unisda, tempat diadakan acara wisuda mahasiswa dan juga acara-acara yang lain. Tempat parkir sengaja diletakkan di bagian belakang dan samping gedung, agar tidak mengganggu pandangan, terutama dari sisi depan. Tujuh lantai Gedung Rektorat untuk mewadahi berbagai macam kegiatan di Unisda. Lantai 1 dijadikan sebagai public area dan bisa diakses secara bebas oleh civitas akademika kampus, lantai ini bersifat terbuka tanpa dinding, seperti kolong besar yang bisa dipakai untuk berbagai kegiatan publik seperti hall atau lobby, foodcourt, toko buku dan bank. Juga untuk kegiatan garis depan kampus seperti resepsionis, administrasi front office dan marketing. Sedangkan lantai 2 difungsikan sebagai ruang kantor administrasi BAAK, BAUK, BPM dan BAUSP. Di lantai ini juga terdapat ruang rapat insidentil dan dilengkapi ruang tunggu. Di lantai 3 terdapat ruang kantor dua fakultas, yaitu FAPERTA dan FMIPA, juga terdapat ruang kuliah. Lalu lantai 4 dipakai untuk kantor FISIP dan FH, dan juga ruang Pascasarjana yang dilengkapi dengan musholla. Lantai 5 sebagai ruang FKIP dan FT, sementara lantai 6 untuk ruang FE dan FAI. Di bagian puncak lantai 7 untuk ruang Yayasan dan ruang Rektor, serta ruang para Wakil Rektor, lengkap dengan sarana ruang rapat. Fasilitas service seperti lift, tangga dan toilet diletakkan di tengah dan tipikal, lalu di ujung utara dan selatan gedung terdapat dua tangga darurat sesuai standar keselamatan bangunan. Sedangkan untuk gedung Auditorium, lantai 1 juga dimanfaatkan sebagai public space dan area drop-off. Kemudian lantai 2 untuk fungsi utama, yaitu auditorium yang mampu menampung hingga 518 orang, lengkap dengan ruang-ruang penunjang seperti podium, ruang VIP, gudang peralatan dan ruang operator. Untuk lantai 3 berupa tribun besar berbentuk U berkapasitas 310 orang dengan tempat duduk model teater (meninggi ke belakang) yang masih bisa melihat ke arah podium di lantai bawahnya.

 

4. Unsidacentrum View 4

Dua bangunan utama ini memang dirancang multifacet (banyak wajah), sehingga akan didapatkan impresi yang berbeda jika dilihat dari arah yang berbeda. Posisinya cukup strategis di tengah-tengah kampus, sehingga harus bagus dan layak dilihat dari berbagai arah. Bagian depan Gedung Rektorat yang menghadap jalan kampus didominasi oleh bukaan-bukaan kaca yang lebar dan transparan, menunjukkan citranya sebagai bangunan kontemporer yang terbuka dan lugas. Kaca sebagai material yang hanya membatasi secara fisik, tetapi secara visual mampu memasukkan elemen di luar ke dalam bangunan, demikian pula sebaliknya, sehingga bisa selaras dan terhubung dengan lingkungannya. Lalu, bagian eksterior sisi utara Gedung Rektorat dipenuhi dengan ornamentasi arabesque seluruhnya, sehingga memberi efek dematerialisasi, karena lekuk-lekuk ornamen yang demikian penuh. Ornamen ini juga memberi persepsi spasialitas pada massa bangunan, sehingga lebih terlihat meruang dan tidak masif/pejal. Apalagi di malam hari, ornamentasi menjadi lebih hidup karena cahaya lampu yang menerobos sela-sela elemen dekoratifnya. Di sisi ini juga dipasang tulisan Unisda dalam ukuran besar, agar terlihat dengan jelas dari arah jalan pantura. Untuk bidang dinding yang masif yang lebar - berwarna putih yang menerus dari bawah ke atas - memakai material aquapanel yang bisa menghasilkan bentukan lebar dan tinggi tanpa retakan, sehingga menghasilkan bidang dinding yang smooth dan bersih, dan sekaligus memunculkan kesan rapi dan kokoh. Secara umum, gedung ini memiliki tampilan kontemporer dan cukup mengena, dengan material selubung kaca dipadu lempeng-lempeng beton, juga dengan ornamentasi yang mampu memancarkan image masa kini. Ornamentasi geometris yang disebut arabesque tersebut juga memperkuat kehadiran Unisda sebagai kampus Islami. Masih ditambah dengan sentuhan green berupa skydeck yang memperkuat konsep ramah lingkungan pada kampus ini. Sedangkan pada Auditorium, bagian depan didominasi ornamentasi yang mengulang ornamentasi pada Gedung Rektorat, juga mengulang penggunaan kaca dan lempeng beton dengan komposisi yang berbeda, sehingga masih terbentuk unity antara keduanya. Letaknya di seberang jalan kampus sebagai penyeimbang yang sepadan dengan keberadaan Rektorat, dengan tingkat kemasifan eksterior yang lebih tinggi karena fungsinya yang lebih berorientasi ke dalam. Tetapi sosoknya yang lebih rendah membuat bangunan ini juga berfungsi sebagai pendukung tower Gedung Rektorat. Dek atap bagian atas auditorium ini dijadikan sebagai roof garden, sekaligus sebagai view dari arah Gedung Rektorat.

 

8. Ruang Rektor

Interior dua gedung ini didominasi oleh empat warna utama, yaitu: hijau, kuning, putih dan hitam. Hijau melambangkan sisi religius dan membumi, kuning sebagai simbol kejayaan dan prestasi, hitam sebagai lambang istiqomah, dan putih menunjukkan kesucian dan ketulusan. Meski demikian, interior tetap dirancang selaras dengan eksteriornya. Pada dua gedung ini, ruang-ruang dalamnya bernuansa simple, rapi, lugas dan bersih, yang diimbangi dengan ornamentasi yang kaya pada pembatas ruang, railing tangga dan pagar dengan pola-pola arabesque dalam berbagai motif dan bentuk. Ornamentasi ini memberi sentuhan kerumitan untuk mengimbangi bidang-bidang lain yang tampil lugas dan bersih. Selain itu, ornamentasi arabesque ini juga memberi nuansa religius, karena diambil dari ornamentasi Islami. Secara kreatif, warna kuning dimunculkan dari tata lampu (lighting), yang membuat suasana interior terlihat lebih hidup. Di auditorium dan tribun, ruang didominasi oleh deretan kursi-kursi berwarna hijau sebagai warna brand dari kampus ini, dipadu dengan warna putih yang menimbulkan aksen bersih, simple dan ringan. Juga dengan aksentuasi hitam pada kolom yang terlihat lebih kokoh, stabil dan masif.

 

Nama Proyek: Unisdacentrum

Lokasi Proyek: Kampus Unisda Lamongan, Jl. Airlangga, Desa Sukodadi, Lamongan
Luas Tanah/Bangunan: 7.042/8.651 m2
Tahun Perencanaan: 2015
Arsitek Prinsipal: Andy Rahman. A, ST. IAI
Tim Arsitek: Imam Prasetyo, ST, Muchammad Ubay, ST, Fathoni, ST, Reni Dwi Rahayu, ST
Desainer Interior: Anindita Caesarayi Putri, ST
Teks: Anas Hidayat


  • 1. Unisdacentrum View 1

    1. Unisdacentrum View 1

  • 2. Unisdacentrum View 2

    2. Unisdacentrum View 2

  • 3. Unisdacentrum View 3

    3. Unisdacentrum View 3

  • 4. Unsidacentrum View 4

    4. Unsidacentrum View 4

  • 5. Bird Eye View

    5. Bird Eye View

  • 6. Receptionist

    6. Receptionist

  • 7. Kantin

    7. Kantin

  • 8. Ruang Rektor

    8. Ruang Rektor

  • 9. Layout Plan

    9. Layout Plan

  • 10. Rektorat lt.1

    10. Rektorat lt.1

  • 11. Rektorat lt.2

    11. Rektorat lt.2

  • 12. Rektorat lt.3

    12. Rektorat lt.3

  • 13. Rektorat lt.4

    13. Rektorat lt.4

  • 14. Rektorat lt.5

    14. Rektorat lt.5

  • 15. Rektorat lt.6

    15. Rektorat lt.6

  • 16. Rektorat lt.7

    16. Rektorat lt.7

  • 17. Auditorium lt.1

    17. Auditorium lt.1

  • 18. Auditorium lt.2

    18. Auditorium lt.2

  • 19. Auditorium lt.3

    19. Auditorium lt.3

  • 20. Auditorium lt.4

    20. Auditorium lt.4

  • 21. Tampak Depan

    21. Tampak Depan

  • 22. Tampak Samping Kiri

    22. Tampak Samping Kiri

  • 23. Potensi Site

    23. Potensi Site

  • 24. Landasan Desain

    24. Landasan Desain

  • 25. Transformasi Desain

    25. Transformasi Desain



* Location to be used only as a reference. It could indicate city/country but not exact address.

Related Articles:

You might also like:

  • Masjid 99 Cahaya

    Masjid 99 Cahaya

  • Sidoarjo Mud Volcano Research Center

    Sidoarjo Mud Volcano Research Center

  • Gedung 8 Universitas Adi Buana Surabaya

    Gedung 8 Universitas Adi Buana Surabaya

  • Dhuha Service

    Dhuha Service


Leave a Comment

Coming Soon!
Residential Project Gallery

 

 

Facebook Fans Page

 

 

Latest Comments
Browse by Category

 

 

Web Statistic
  • Total visitors: 264,763
  • Visitors today: 155
  • Visitors yesterday: 139
  • Currently online: 2
  • Total page views: 1,468,069
  • Page views of this page: 3,166
  • counter

 

 

Video Projects