18

JAN  2016

Rumah Kos Keputih Jilid 2

By: Andy Rahman. A, ST. IAI (andyrahman architect)
Posted On. 2016-01-18

1. Eksterior View Siang

the dialectics…less budget but more benefits. low cost but hi values. simple but smart. efficient but optimal. individual but communal...

Rumah kost yang berlokasi di Keputih, Surabaya Timur ini dirancang berdasarkan prinsip Less but More, yang bisa dijabarkan sebagai Less Budget but More Benefits: sebuah tempat kost yang dirancang dengan biaya rendah, tetapi tetap tampil dengan baik dan memberi banyak manfaat, baik bagi pemilik maupun penggunanya. Di daerah Keputih - yang berdekatan dengan beberapa kampus di Surabaya Timur - banyak sekali muncul rumah-rumah kost baru seiring banyaknya permintaan. Jadi, untuk membuat tempat kost baru yang laku dan diminati oleh para penyewa, harus dibuat sesuatu yang berbeda dan lebih unggul dibanding dengan tempat kost yang lain. Pendek kata, desain harus tetap dijaga kualitasnya meskipun dengan budget yang rendah dan terbatas. Desain rumah kost ini sekaligus ingin membuktikan bahwa karya dengan kinerja dan mutu yang baik tidak harus mahal, kuantitas tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas.

 

11. Ruang Komunal

Konsep Less Budget dipakai karena memang bangunan ini berbiaya rendah dan sekaligus dengan biaya pemeliharaan/perawatan bangunan yang rendah juga. Hal tersebut berdasar pada dua isu yang sejak awal sudah diusulkan oleh klien, yaitu: pertama, efisiensi budget pembangunan; kedua, low-maintenance dengan serendah mungkin biaya perawatan bangunan. Klien tidak mau biaya pembangunannya membengkak, dan tidak mau lagi direpotkan dengan urusan pemeliharaan bangunan yang tentunya juga tidak murah.

Kedua isu itu kemudian dijawab oleh arsitek dengan membuat tampilan dari material unfinished yang hadir secara “apa adanya”, antara lain menggunakan dinding bata, roster dan juga semen plester, semen aci dan semen roll. Semua material itu tampil sesuai warna dan karakter aslinya, tanpa dicat. Dengan begitu, biaya bangunan ini bisa ditekan, termasuk biaya pemeliharaannya karena tidak perlu melakukan pengecatan ulang. Di bagian depan bangunan, pintu pagar menggunakan expanded metal sheet dan pagar dari roster, sehingga makin menambah kekuatan tampilan bangunan untuk hadir secara jujur, lugas dan tanpa polesan.

Di samping itu, ada satu isu lagi yang juga diusulkan oleh klien, bahwa rumah kost ini harus mengoptimalkan penggunaan lahan, kebutuhan ruang begitu banyak, sementara lahannya sempit. Karena murni sebagai bangunan yang berorientasi bisnis, paling tidak harus bisa menampung 13 (tiga belas) kamar dalam dua lantai bangunan, lengkap dengan semua fasilitas penunjangnya. Maka arsitek membuat enam kamar di lantai 1 dan tujuh kamar di lantai 2 dalam konfigurasi tipikal untuk menjawab optimalisasi lahan.

Kesehatan dan kenyamanan penghuni kost tetap menjadi acuan utama. Dengan membuat communal space yang berfungsi sebagai tempat sosialisasi dan saling berinteraksi dari para penghuni kost, yang secara visual membuat penghuni yang berada di dalam kamar merasa lebih lega (tidak terkungkung). Communal space ini juga sebagai “halaman dalam” yang membuat pergerakan angin menjadi lebih mudah dan pencahayaan menjadi lebih optimal.

Masih ditambah juga dengan cross ventilation yang memungkinkan sirkulasi udara keluar masuk kamar secara lebih leluasa. Hal ini dibuat dengan cara menarik dinding kamar lebih masuk ke dalam sejauh 80 cm dari dinding samping bangunan, sehingga kamar-kamar tersebut masih berhubungan dengan ruang luar di bagian depan dan belakang, maka angin bisa dengan mudah berhembus melewatinya.

Jadi, rumah kost ini tidak hanya mengutamakan kuantitas kamar dan mementingkan prinsip ekonomi belaka, tetapi juga sangat memperhatikan kualitas termasuk kesehatan, keamanan dan kenyamanan penghuninya. Bahkan, sampai pada kepentingan sosial dan pergaulan para penghuni tersebut.

 

13. Ruang Komunal

Communal space yang berada di lantai 1 difungsikan sebagai ruang bersama, merupakan penyeimbang dari kamar-kamar yang bersifat individual (pribadi). Pada kebanyakan rumah kost, communal space ini biasanya kurang mendapat perhatian, hanya dengan menggunakan ruang sisa dan tidak memperhatikan kesehatan dan kenyamanan para penghuni kost, lagipula tidak direncanakan secara khusus dari awal perancangan.

Communal space ini menjadi “more benefit” atau nilai lebih yang terkuat dan paling menarik dari rumah kost ini. Dengan adanya communal space ini, bisa dipakai untuk berbagai macam kegiatan secara bersama oleh penghuni kost, mulai dari mengerjakan tugas kuliah, bersantai, berdiskusi, ngobrol, belajar, berinteraksi, melakukan permainan dan kegiatan yang lain. Communal space ini dibuat terbuka (tidak menggunakan atap) karena sekaligus sebagai penghubung antara lantai bawah dan lantai di atasnya. Juga dilengkapi dengan wi-fi, sehingga penghuni lebih mudah mencari informasi dan melakukan komunikasi virtual dengan kolega, keluarga  dan teman-temannya.

Selain communal space di lantai 1, juga ada communal space di lantai paling atas (rooftop) yang terbuka. Lantai paling atas ini berfungsi sebagai ruang cuci-jemur dan untuk meletakkan tandon air atas, dan masih menyisakan ruang yang cukup leluasa untuk bersantai, bercengkerama atau bermain gitar pada sore hari ketika matahari sudah tidak terlalu panas hingga malam hari. Lantai rooftop yang terbuka diberi hamparan kerikil yang merata untuk mengurangi panas pada ruangan yang berada di bawahnya.

 

6. Parkir Sepeda Pancal

Unsur yang kuat pada tampilan Rumah Kost ini ada di beberapa bagian dindingnya yang berupa roster, memberi kesan acak atau disorder untuk memecah kekakuan antar elemen desain. Roster dibuat berbentuk bujur sangkar yang dibagi menjadi empat bagian, dari empat bagian tersebut ada yang tertutup (dengan cara ditutup semen) dan ada yang dibiarkan terbuka dengan pola random. Roster ini dibuat custom (khusus hanya untuk rumah kost ini), tidak akan dipakai untuk rumah atau bangunan yang lain.

Yang juga menjadi nilai lebih bagi tempat kost ini adalah penggunaan elemen grafis di beberapa tempat yang dianggap strategis, seperti di meja Communal Space, di dinding ruang tangga, sampai di dinding tempat parkir. Penggunaan elemen grafis yang berupa tulisan yang “menarik” ini untuk memberi semangat kepada para penghuni kost yang rata-rata adalah mahasiswa, agar mereka tetap konsisten dengan komitmen untuk menyelesaikan proses belajarnya, juga menjadi pengingat agar para penghuni berhati-hati dan menjaga diri dalam melakukan kegiatan sehari-hari mereka.

Lalu, masih ada satu hal lagi yang memberi nilai khusus bagi rumah kost ini, yaitu tersedianya tempat parkir untuk sepeda. Dengan demikian, tempat parkir tidak melulu untuk sepeda motor saja seperti pada tempat kost lainnya, namun sepeda (baca: sepeda angin/sepeda pancal) juga mendapat tempat yang layak dan diberi sandaran dari pipa besi untuk meletakkan sepeda dalam posisi tegak.

 

20. Kamar Tidur Tipe A

Bagian interior rumah kost ini juga dibuat berdasar konsep Less but More (Less Budget but More Benefits), yang simple namun tetap memberikan nilai lebih. Perabot seperti tempat tidur, meja-kursi dan almari terbuat dari material kayu bekas peti kemas (dengan konsep recycle) yang disesuaikan dengan suasana ruang dalam yang berkarakter lugas. Dengan demikian, antara interior dan eksterior pada bangunan ini bisa menyatu dan selaras, karena perabot di luar kamar, seperti meja dan kursi di communal space juga memakai kayu bekas peti kemas, demikian pula dengan pintu-pintu kamarnya. Untuk mengimbangi warna-warna yang natural dari beton dan kayu, maka pada beberapa bagian diberi warna yang mencolok sebagai aksentuasi. Pada salah satu sisi dinding yang polos, ditambah dengan permainan pola dan warna, yang membuat ruang-ruang kamar memiliki sedikit sentuhan disorder untuk memecah kekakuan.

 

Nama Proyek: Rumah Kos Keputih Jilid 2

Lokasi Proyek: Bumi Marina Mas Blok E/57, Keputih, Sukolilo, Surabaya
Luas Tanah/Bangunan: 120/250 m2
Tahun Perencanaan: 2014
Tahun Konstruksi Selesai: 2015
Arsitek Prinsipal: Andy Rahman. A, ST. IAI
Arsitek: Imam Prasetyo, ST
Desainer Interior: Anindita Caesarayi Putri, ST
Teks: Anas Hidayat
Foto: Mansyur Hasan


  • 1. Eksterior View Siang

    1. Eksterior View Siang

  • 2. Eskterior View Malam

    2. Eskterior View Malam

  • 3. Eksterior View Malam

    3. Eksterior View Malam

  • 4. Detail Tampak Depan

    4. Detail Tampak Depan

  • 5. Detail Pagar

    5. Detail Pagar

  • 6. Parkir Sepeda Pancal

    6. Parkir Sepeda Pancal

  • 7. Parkir Sepeda Pancal

    7. Parkir Sepeda Pancal

  • 8. Detail Parkir Sepeda Pancal

    8. Detail Parkir Sepeda Pancal

  • 9. Parkir Sepeda Motor

    9. Parkir Sepeda Motor

  • 10. Ruang Komunal

    10. Ruang Komunal

  • 11. Ruang Komunal

    11. Ruang Komunal

  • 12. Ruang Komunal

    12. Ruang Komunal

  • 13. Ruang Komunal

    13. Ruang Komunal

  • 14. Ruang Komunal

    14. Ruang Komunal

  • 15. Ruang Komunal

    15. Ruang Komunal

  • 16. Pantry

    16. Pantry

  • 17. Detail Meja Makan

    17. Detail Meja Makan

  • 18. Detail Kursi Makan

    18. Detail Kursi Makan

  • 19. Detail Kursi Makan

    19. Detail Kursi Makan

  • 20. Kamar Tidur Tipe A

    20. Kamar Tidur Tipe A

  • 21. Kamar Tidur Tipe B

    21. Kamar Tidur Tipe B

  • 22. Kamar Tidur Tipe B

    22. Kamar Tidur Tipe B

  • 23. Area Selasar dan Void Lantai 2

    23. Area Selasar dan Void Lantai 2

  • 24. Area Selasar dan Void Lantai 2

    24. Area Selasar dan Void Lantai 2

  • 25. Kamar Mandi dibawah Bordes

    25. Kamar Mandi dibawah Bordes

  • 26. View ke Area Parkir dari Selesar

    26. View ke Area Parkir dari Selesar

  • 27. Area Rooftop

    27. Area Rooftop

  • 28. Area Rooftop

    28. Area Rooftop

  • 29. Desain Grafis Di Area Tangga Menuju Lantai 3

    29. Desain Grafis Di Area Tangga Menuju Lantai 3

  • 30. Desain Grafis di Area Tangga Menuju Lantai 2

    30. Desain Grafis di Area Tangga Menuju Lantai 2

  • 31. Detail Tangga

    31. Detail Tangga

  • 32. Detail Tangga

    32. Detail Tangga

  • 33. Detail Tangga

    33. Detail Tangga

  • 34. Detail Railing Tangga

    34. Detail Railing Tangga

  • 35. Detail Railing

    35. Detail Railing

  • 36. Detail Roster

    36. Detail Roster

  • 37. Denah Lantai 1

    37. Denah Lantai 1

  • 38. Denah Lantai 2

    38. Denah Lantai 2

  • 39. Denah Lantai 3

    39. Denah Lantai 3

  • 40. Tampak Depan

    40. Tampak Depan

  • 41. Konsep Desain

    41. Konsep Desain

  • 42. Konsep Desain

    42. Konsep Desain

  • 43. Foto Existing.JPG

    43. Foto Existing.JPG



* Location to be used only as a reference. It could indicate city/country but not exact address.

Related Articles:

You might also like:

  • JNE Office in Bangka Belitung

    JNE Office in Bangka Belitung

  • Homestay Ponorogo

    Homestay Ponorogo

  • Hotel Wiston

    Hotel Wiston

  • The Cozy Office

    The Cozy Office


Residential Project Gallery

 

 

Facebook Fans Page

 

 

Instagram
Browse by Category

 

 

Web Statistic
  • Total visitors: 362,180
  • Visitors today: 43
  • Visitors yesterday: 245
  • Currently online: 1
  • Total page views: 1,941,315
  • Page views of this page: 37,746
  • counter

 

 

Video Projects