07

FEB  2011

Rumah Berongga

By Andy Rahman .A, ST. IAI (andyrahman architect)
Posted On. 2011-02-07

3. Detail Secondary Skin

Rumah berkonsep Perforated House atau Rumah Berongga ini menempati lahan seluas 7 X 25 m2, berlokasi di Gubeng Kertajaya, Surabaya, di sebuah jalan kampung yang kecil dan cukup ramai. Klien merupakan warga negara Inggris yang memiliki selera desain yang cukup unik. Dia tidak menginginkan rumah yang sekedar mengikuti trend atau model rumah yang sedang populer. Namun dia memiliki gambaran sendiri, bahwa rumah harus dibuat sangat personal sesuai dengan kebiasaan dan jiwa dari pemiliknya. Karena lama tinggal di kampung di Indonesia, klien juga mengamati dan memperhatikan rumah-rumah kampung yang sederhana tetapi tepat guna, cantik alami, akrab dan tak dibuat-buat, yang menurutnya sangat menarik untuk dijadikan sumber ide dalam desain rumahnya. Visi klien yang demikian kuat itu menjadi tantangan tersendiri dalam proses desain rumah ini, bahkan memerlukan waktu hingga empat bulan lamanya. Sekilas, yang paling mencolok dari tampilan rumah ini adalah adanya rongga-rongga yang terbentuk dari krawangan (roster) dengan lubang-lubang yang acak memenuhi bidang depan. Rongga-rongga tersebut sebenarnya sebagai perwujudan baru dari gedheg (dinding dari anyaman bambu) yang banyak dipakai di kampung-kampung, rongga yang masih memberi ruang bagi udara agar bisa mengalir bebas keluar-masuk rumah.

 

1. Eksterior View 1

Krawangan (roster) dan bukaan mendominasi dinding-dinding rumah ini di keempat sisi. Ya, hal tersebut dimungkinkan karena rumah ini tidak dibuat mepet (berimpit) dengan rumah di sisi kiri dan kanannya, tetapi diberi jarak selebar 80 cm sebagai lorong yang cukup untuk dilalui orang. Ini seperti rumah-rumah kampung yang masih memberi jarak antar rumah untuk orang lewat. Dengan bentuk rumah yang “tipis” atau slim tersebut, maka cross ventilation (penghawaan silang) dapat berlangsung dengan baik pada ruang-ruang dalamnya walau pintu dan jendela sedang tertutup. Terang langit pun menjadi cahaya alami yang bisa menerangi seluruh ruangan dengan leluasa. Selain itu, klien menginginkan agar bangunan rumah (KDB) hanya dibuat 40 persen dari luas lahan, sehingga masih menyisakan halaman belakang sepanjang 10 meter, cukup luas untuk dijadikan taman terbuka hijau. Padahal harga per meter tanah di daerah tersebut sangat tinggi. Hal itu tentunya semakin mengoptimalkan cross ventilation yang ada, sehingga udara dalam rumah menjadi tidak panas, sejuk meskipun tanpa menggunakan AC. Karena tanaman dan pepohonan tersebut mampu menurunkan suhu disekitar rumah. Di sisi lain, tentu ada resiko masuknya nyamuk ke dalam rumah, tetapi klien sudah mengantisipasi dengan rencana menanam banyak bunga lavender sebagai penghalau nyamuk secara alami. Untuk memperkuat kesan berongga, maka pagar depan rumah dibuat dari bahan metal perforated yang secara visual tidak menghalangi pandangan dan udara juga masih bisa keluar-masuk melewatinya meskipun pagar itu dalam keadaan tertutup.

 

4. Ruang Keluarga

Menurut kemauan klien, orang yang memasuki rumah ini harus bersiap-siap dengan sebuah “kejutan”. Foyer pada bagian depan dibuat sempit saja, hanya ada plesteran yang ditinggikan (badhugan) sebagai tempat duduk yang bagian bawahnya digunakan untuk rak sepatu, lalu dihadapkan pada sebuah lorong kecil menuju ruang keluarga. Ketika memasuki ruang keluarga inilah, orang akan merasakan kelegaan dan keluasan ruang yang lepas hingga ke bagian belakang. Di dalam rumah, kesan unfinished akan semakin terlihat dan terasa. Ide unfinished ini juga mengambil dari rumah kampung yang memang sering dibuat unfinished, yang justru menjadi kekuatan karakternya. Antara lain terlihat pada lantai yang dibuat dari plesteran biasa, tidak memakai keramik atau penutup lantai yang mahal. Juga dinding yang hanya dari plesteran dan acian tanpa dicat, bahkan beberapa bagian dinding dalam rumah dan juga dinding pembatas dibiarkan berupa bata ekspos, yang justru menjadi view yang menarik dari dalam rumah. Dengan penyelesain yang unfinished seperti ini, maka rumah ini menjadi berkesan lebih terbuka, informal, santai dan familiar (tidak kaku).

 

5. Area Yoga

Rumah ini sangat menonjolkan sisi personal (personalized), karena dirancang berdasar aktifitas dan kebiasaan dari klien, bahkan sampai elemen terkecilnya. Di samping ruang keluarga, terdapat area yoga yang merupakan kegiatan sehari-hari pemilik rumah. Sebuah tangga menghubungkan area bawah dengan area privat yang berada di lantai atas, di mana terdapat kamar pribadi si pemilik rumah. Kamar tidur di lantai atas ini seakan bersuasana resort dengan view berupa pemandangan hijau yang terbentang di halaman belakang rumah. Toilet pribadi dibuat personal dengan konsultasi desain yang mendetail, bahkan sampai harus melihat toilet di rumah lama yang letaknya tak jauh dari lokasi rumah ini. Sedangkan kamar di bagian depan diberi penghalang berupa krawangan (roster) sebagai secondary skin, sekaligus sebagai filter visual dari tetangga depan rumah. Rumah ini juga dibuat dengan eksperimen struktur, yaitu berupa dek lantai dengan pembesian khusus sehingga tidak memerlukan balok, maka tampilan plafon/langit-langit pun menjadi lebih bersih dan simple. Konsekuensinya, pipa-pipa untuk jaringan listrik, air dan lain-lain harus dibuat terekspos di luar, menempel di dinding atau plafon, sekaligus menjadi elemen estetis yang rancak di dalam ruang.

 

8. Ruang Santai Belakang

Satu kebiasaan utama klien yaitu sering mengundang teman-teman agar datang ke rumahnya, untuk sekedar ngobrol atau minum-minum sesuai kebiasaan mereka di negeri asalnya. Di sinilah klien akan banyak menghabiskan waktunya. Untuk mengakomodasi kebiasaan tersebut, maka kegiatan utama ini difokuskan di area belakang rumah yang bisa dicapai lewat lorong samping tanpa masuk ke dalam rumah. Area belakang ini terdiri dari dapur, pantry dan teras santai. Di sini tidak terdapat ruang makan karena pemilik terbiasa makan di pantry, yang diberi dua tempat duduk berjejer. Di area belakang ini juga terdapat minibar yang dibuat bersuasana seperti sebuah warung, di mana pemilik bisa melayani dan membuatkan minuman untuk para tamunya. Tempat duduknya pun didesain ala kampung, berupa badhugan (lantai plesteran yang ditinggikan) yang dibuat melingkar sehingga lebih nyaman untuk bersantai. Di sebelah pintu kaca terdapat dinding dari krepyak kayu untuk keluar-masuknya udara dalam rumah, sekaligus memperkuat konsep perforated pada rumah ini. Sedangkan pintu koboi setinggi badhugan berfungsi sebagai penghalang hewan peliharan pemilik (anjing) supaya tidak keluar masuk ke taman belakang, yang akan menyebakan ruang di dalam rumah kotor ketika hujan.

 

Nama Proyek: Rumah Berongga
Lokasi Proyek: Gubeng Kertajaya, Surabaya
Luas Tanah/Bangunan: 175/140 m2
Tahun: 2014
Arsitek Prinsipal: Andy Rahman .A, ST. IAI

Arsitek: Abdi Manaf. R, ST
Desainer Interior: Anindita Caesarayi Putri, ST
Teks: Anas Hidayat


  • 1. Eksterior View 1

    1. Eksterior View 1

  • 2. Eksterior View 2

    2. Eksterior View 2

  • 3. Detail Secondary Skin

    3. Detail Secondary Skin

  • 4. Ruang Keluarga

    4. Ruang Keluarga

  • 5. Area Yoga

    5. Area Yoga

  • 6. Dapur dan Pantry

    6. Dapur dan Pantry

  • 7. Minibar

    7. Minibar

  • 8. Ruang Santai Belakang

    8. Ruang Santai Belakang

  • 9. Area Tangga Lantai 2

    9. Area Tangga Lantai 2

  • 10. Denah Lantai 1

    10. Denah Lantai 1

  • 11. Denah Lantai 2

    11. Denah Lantai 2

  • 12. Konsep

    12. Konsep

  • 13. Konsep

    13. Konsep

  • 14. Kosep

    14. Kosep

  • 15. Konsep

    15. Konsep

  • 16. Detail Kerawangan Untuk Fasad

    16. Detail Kerawangan Untuk Fasad

  • 17. Foto Existing.JPG

    17. Foto Existing.JPG

  • 18. Foto Existing.JPG

    18. Foto Existing.JPG

  • 19. Foto Existing Area Balakang Rumah.JPG

    19. Foto Existing Area Balakang Rumah.JPG

  • 20. Foto Existing Area Belakang Rumah.JPG

    20. Foto Existing Area Belakang Rumah.JPG




* Location to be used only as a reference. It could indicate city/country but not exact address.

Related Articles:

You might also like:

  • Folding House

    Folding House

  • Real Virtual Home

    Real Virtual Home

  • Growing House 2

    Growing House 2

  • Rumah Sisa

    Rumah Sisa


Various Project Gallery

 

 

Facebook Fans Page

 

 

Instagram
Browse by Category

 

 

Web Statistic
  • Total visitors: 368,076
  • Visitors today: 62
  • Visitors yesterday: 155
  • Currently online: 1
  • Total page views: 1,969,165
  • Page views of this page: 28,502
  • counter

 

 

Video Projects